Hukum  

Haidar Alwi Bongkar Cacat Metodologi IndexMundi, Menggalang Persepsi Polri Paling Korup

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Klaim yang menyebut Polri sebagai polisi paling korup di Asia Tenggara dan berada di peringkat 18 dunia berdasarkan IndexMundi dinilai sangat lemah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Analis kebangsaan Ir. R Haidar Alwi, MT., memastikan data tersebut tidak mencerminkan realitas objektif maupun opini publik nasional, melainkan hanya agregat persepsi dari segelintir pengisi formulir daring secara sukarela.

Menurut Haidar, hasil analisis terhadap sumber data menunjukkan bahwa IndexMundi hanya mengukur ukuran subjektif atas persepsi pengguna internet yang mengunjungi situs mereka.

“Survei tersebut sama sekali tidak mengukur pengalaman suap riil, jumlah perkara korupsi, kualitas penindakan, integritas personel, maupun tingkat korupsi yang telah terbukti secara hukum,” tegas Haidar Alwi dalam catatannya kepada insan pers nasional, Minggu (5/7/2026).

Oleh karena itu, Haidar Alwi menegaskan satu-satunya rumusan yang paling akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dari data tersebut hanyalah bahwa sebanyak 296 pengisi survei IndexMundi yang memilih Indonesia memberikan rata-rata persepsi 7,56 mengenai besarnya masalah korupsi polisi.

Sebaliknya, klaim bahwa Polri adalah yang terkorup di Asia Tenggara atau peringkat 18 dunia merupakan lompatan kesimpulan yang keliru dan menyesatkan.

“Kelemahan paling fatal dari data ini terletak pada metodologinya yang tidak memenuhi standar ilmiah survei publik,” tukas Haidar Alwi.

Pertama, tidak ada bukti bahwa 296 responden dari Indonesia dipilih secara acak dan representatif.

Exit mobile version