FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen menekan ketergantungan impor kedelai melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah meminta UGM untuk memperluas cakupan pengembangan kedelai lokal hingga mencapai 2.000 hektare, dengan total alokasi biaya dari Kementan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/6), Amran menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup pengembangan lima hingga enam komoditas unggulan dengan nilai kontrak sekitar Rp40 miliar.
“Kami langsung tindak lanjuti, bukan MoU tapi langsung kita beli karya-karya putra terbaik bangsa yang ada di UGM,” ujar Amran, dikutip redaksi pada 5/7/2026.
Selain kedelai, kerja sama tersebut juga menyasar pengembangan bawang putih, kakao, sapi perah, hingga pakan ternak.
