Operasi Kortas Tipikor Polri Terkait Febri Dinilai Tak Murni Penegakan Hukum, Praktisi Intelijen: Ada Kepentingan Lain

Praktisi Intelijen, Kolonel (Purn) Sri Rajasa dalam Podcast Madilog Forum Keadilan yang ditayangkan Jumat 10 Juli 2026/Scrsht Youtube Madilog.

Sri Rajasa menilai, Febri akan sangat membahayakan Jokowi jika dia diangkat sebagai Jaksa Agung. Apa lagi Febri dinilai sangat dekat sekali dengan adik Presiden Probowo, Hashim Djojohadikusumo, pimpinan militer serta Menhan.

“Nah, dari dua kasus ini menimbulkan keresahan Pak Jokowi terkait dengan eksistensi Jampisus yang hari ini sudah mulai bergeser orientasi loyalitasnya kepada Presiden (Prabowo),” katanya

“Ini kan perlu di diamputasi nih ya kan. Kalau dia (Febri) jadi Jaksa Agung selesai ini urusan, disikat habis. Karena Jokowi punya pengalaman bahwa Febri adalah algojo yang paling bagus dalam menghantam Jiwas Raya dan Asabri,” ujar Sri Rajasa.

Prakitisi Intelijen ini juga menilai bahwa operasi ini juga diduga berkaitan dengan kepentingan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menginginkan adik iparnya yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) agar bisa menjadi Jaksa Agung RI.

“Manusiawilah, jika Dasco menginginkan dan memperjaugnkan adik ipar menjadi Jaksa Agung. Ini juga akan menguntungkannya (Dasco),” ungkap Sri Rajasa.

Tak hanya itu, Sri Rajasa menilai Jokowi akan lebih mendukung jika adik ipar Dasco menjadi Jaksa Agung.

Meski sangsi dengan operasi Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya murni sebagai penegakan hukum, namun Sri Rajasa mengajak publik mengawal kasus ini agar murni menjadi penegakan hukum.

“Nah, maka dari itu kita harus kawal. Publik harus kawal, harus menyuarakan terus-menerus sehingga Polri merasa ditekan oleh publik,” ajaknya.

“Karena memang kalau kita lihat dari polanya seperti ini (ada niat lain). Padahal sebetulnya kasusnya JP (Jampidsus) sudah diketahui setahun yang lalu mungkin. Polisi sudah pegang, tapi kenapa baru hari ini gitu loh ya kan. Ini kan ada semacam langkah penegakan hukum yang setengah hati gitu loh. Karena apa? Karena sasaran target sebenarnya adalah Febri,” tambahnya.[tim]