Selain itu terjadi pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Kenaikan harga ini diprediksi akan memberikan tekanan bagi daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah bawah.
Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih ke level normal.
“Kalau harga naik yang terdampak itu adalah kelas menengah bawah. Karena memang daya beli sekarang kan masih belum pulih normal. Jadi itu yang harus diantisipasi saya kira di triwulan,” tuturnya.
Alphonzus Widjaja mengakui industri tetap membutuhkan dukungan pemerintah agar kondisi dalam negeri tetap kondusif.
Pemerintah diharapkan tidak lagi membebani dunia usaha dengan gangguan-gangguan teknis yang tambah mempersulit situasi, seperti ketidakpastian pasokan listrik.
“Ya saya kira pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin untuk membuat kondisi di dalam negeri lebih kondusif, misalkan tingkat suku bunga pinjaman,” ucapnya
“Kemudian juga nilai tukar mata uang asing. Kalau yang di kelas menengah bawah, memang mereka tidak terdampak langsung dengan contoh misalkan isu nilai tukar.” (adm)








