Ketegangan AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak 3,5 Persen

Aktivitas pengangkutan minyak mentah dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik Timur Tengah dan stok persediaan AS./(Pixabay)

Simpang Siur Status Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Konflik terbuka ini langsung memicu kekhawatiran akut di pasar global terkait potensi terganggunya rantai pasok dan distribusi minyak dunia.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur krusial yang mengalirkan sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia setiap harinya.

  • Klaim Iran: Media pemerintah Iran sempat mengklaim bahwa Selat Hormuz telah resmi ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan.

  • Bantahan AS: Komando Pusat AS (CENTCOM) dan Presiden AS Donald Trump segera membantah klaim sepihak tersebut. Mereka menegaskan jalur pelayaran internasional itu tetap terbuka bagi kapal-kapal yang melintas secara sah.

Data dari perusahaan intelijen maritim Windward memperkuat bantahan tersebut dengan menunjukkan sedikitnya sembilan kapal tanker masih terlihat melintasi selat pada hari Sabtu.

Meski Pusat Informasi Maritim Gabungan menyatakan jalur laut melalui perairan Oman masih dapat digunakan, pihak otoritas tetap meminta seluruh kapal komersial untuk meningkatkan kewaspadaan penuh mengingat situasi keamanan di kawasan tersebut masih sangat rawan dan tidak dapat diprediksi.

Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran, Dunia Waspadai Gangguan Pasokan Minyak

Exit mobile version