Wu Zetian: Kisah Dramatis Selir yang Mendobrak Patriarki Menjadi Kaisar Tiongkok

Wu Zetian: Kisah Dramatis Selir yang Mendobrak Patriarki Menjadi Kaisar Tiongkok/(FKN)

Setelah Kaisar Taizong wafat, ia berhasil memenangkan hati Gaozong dan menyingkirkan rival-rivalnya, termasuk Permaisuri Wang dan Permaisuri Xiao.

Salah satu catatan paling kelam dalam sejarahnya adalah tragedi kematian putri kandungnya sendiri, yang menurut berbagai catatan sejarah, dilakukan oleh Wu untuk menjebak Permaisuri Wang demi memuluskan jalannya menjadi permaisuri baru.

Setelah Gaozong meninggal pada 683 M, Wu Zetian tidak berhenti sebagai janda permaisuri. Ia secara sistematis melumpuhkan pengaruh putra-putranya, Zhongzong dan Ruizong, dengan cara mengasingkan atau mengeksekusi siapa pun yang menghalangi ambisinya.

Puncaknya terjadi pada 16 Oktober 690 M, ketika ia secara resmi mengambil alih takhta dan memerintah secara eksklusif hingga 22 Februari 705 M.

Langkah ini adalah sebuah pendobrakan besar terhadap tradisi Tiongkok kuno. Mengukuhkan dirinya sebagai Kaisar wanita pertama, Wu Zetian tidak hanya memerintah, tetapi juga merombak standar sosial dan politik Tiongkok pada masanya.

Perjalanannya yang ekstrem, brutal, sekaligus strategis menjadikannya salah satu sosok paling legendaris yang pernah menggemparkan sejarah dunia.[dit]