DPP Barisan Gibran Nusantara (BGN) Tancap Gas Konsolidasi 38 Provinsi

BGN harus menjadi organisasi yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi,” tegasnya.

Selain itu, sambung Charma, DPP BGN juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha sebagai bagian dari penguatan jejaring organisasi.

“Kami ingin BGN menjadi wadah yang produktif bagi generasi muda untuk berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” pungkas Charma.

Secara terpisah, Ketua Umum DPP BGN, Muhammad Asrul Indrawan, menegaskan bahwa percepatan konsolidasi nasional merupakan wujud keseriusan organisasi dalam membangun struktur yang kuat hingga ke daerah agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Menurut Asrul, pembentukan kepengurusan di 38 provinsi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran BGN sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami optimistis jaringan Barisan Gibran Nusantara di seluruh Indonesia dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Harapan kami, program-program pemerintah semakin dirasakan manfaatnya, terutama oleh masyarakat kecil,” ujar Asrul.

Ia menegaskan, BGN berkomitmen menjadi organisasi yang kuat, inklusif, dan kolaboratif dalam mendukung berbagai program pembangunan serta membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Target kami bukan hanya membentuk kepengurusan di 38 provinsi, tetapi membangun organisasi yang mampu bekerja, mengabdi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah komitmen Barisan Gibran Nusantara,” tutup Asrul.

Exit mobile version