Opini  

Saat Orang Benar Dipaksa Minta Maaf ke Orang Salah, Satpam vs Alphard Pak Polisi

TIDAK semua orang yang salah itu minta maaf pada orang yang benar. Kadang orang yang benarlah yang justru harus, bahkan terpaksa, minta maaf pada orang yang salah. Agar hidup orang yang benar itu tidak menderita akibat orang yang salah.

Kira-kira begitulah nasib seorang satpam didekat Bundaran HI, di Jakarta. Fiktor Harefa, namanya. Perantau Sumatera yang mencoba peruntungan hidup di Jakarta sebagai seorang satpam didekat Bundaran HI, yang sangat melegenda itu.

Sebuah mobil Alphard menerobos lampu merah, lalu ditegur satpam bernama Fiktor itu. Lalu sopir dan dua penumpangnya pula yang marah dan turun menyeret Fiktor ke pos polisi dan mengintimidasi, hingga sang satpam diancam akan dipecat.

Peristiwa ini, awalnya diungkapkan Fiktor diakun media sosialnya. Ia bahkan mengatakan sampai sujud kepada sopir dan penumpang mobil Alphard itu. Ia ketakutan sekali kehilangan pekerjaan, hingga menuai simpati netizen dan mencari tahu peristiwa yang sebenarnya.

CCTV beredar, rasa ingin tahu publik meningkat, hingga Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pun ikut berbicara dan membela satpam itu. Cuaca mulai berbalik arah. Satpam yang ketakutan itu mendapatkan simpati publik. No viral, no justice.