Komdigi Minta Publik Tak Terpaku pada Polemik “Londo Ireng”, Ajak Fokus pada Substansi Kritik

Komdigi Minta Publik Tak Terpaku pada Polemik "Londo Ireng", Ajak Fokus pada Substansi Kritik/(ANTARA)

Fifi menjelaskan istilah “londo ireng” yang digunakan Presiden merupakan kiasan politik, bukan ditujukan untuk menyerang profesi tertentu, media, maupun kelompok masyarakat.

“Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju. Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis,” katanya, dikutip dari tirto.id.

Menurut Fifi, pemerintah tetap menjunjung tinggi kebebasan pers, menghormati kritik publik, serta mengakui peran seluruh elemen bangsa dalam kehidupan demokrasi.

Namun, ruang publik juga diharapkan tidak dipenuhi narasi yang mengabaikan berbagai langkah penyelesaian yang tengah dijalankan pemerintah.

“Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan,” tutup Fifi.[dit]