Kemdiktisaintek Perkuat Peran Mahasiswa Lewat Program Aksara Mahasiswa

Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat berbasis riset dan inovasi perguruan tinggi./Dok. Kemdiktisaintek

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen transformasi sosial yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Aksara Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemdiktisaintek di Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Rabu (29/7/2026).

Aksara Mahasiswa, akronim dari Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa, dikembangkan untuk menempatkan mahasiswa sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, hasil riset perguruan tinggi, dan kebutuhan masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menjelaskan bahwa program ini dikembangkan bertolak dari tingginya antusiasme pada Program Mahasiswa Berdampak 2025, yang mencatat 957 proposal diajukan oleh 199 perguruan tinggi dengan 263 proposal berhasil didanai.

“Di sini, mahasiswa berperan sebagai pemimpin. Mereka mendengarkan, membangun ide-ide, kemudian menjadi pelaksana di lapangan, serta memberikan umpan balik kepada kampus tentang bagaimana peran kampus di masyarakat dapat dibangun dengan baik,” ujar Fauzan.

Baca Juga: Pemecatan ASN Kemdiktisaintek Jadi Sorotan, DPR Bakal Turun Tangan

Fauzan menegaskan bahwa program ini tidak sekadar pengabdian kepada masyarakat biasa, melainkan menjadikan masyarakat sebagai laboratorium hidup (living lab) untuk mempelajari persoalan secara langsung sebelum merumuskan solusi berbasis kolaborasi lintas disiplin.

Salah satu implementasinya diwujudkan melalui skema Aksara Sirkular. Pada 2026, Kota Denpasar dipilih menjadi salah satu wilayah sasaran prioritas yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis sains, teknologi, dan inovasi sosial masyarakat.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Risbang Kemdiktisaintek I Ketut Adnyana menyampaikan bahwa potensi idealisme dan energi mahasiswa perlu difasilitasi oleh ekosistem perguruan tinggi.