Masyarakat tidak hanya mendengar apa yang diucapkan, tetapi juga mengamati apa yang dilakukan. Kepercayaan dibangun dari keteladanan, bukan dari retorika.
Sebuah lembaga atau individu yang ingin dihormati karena memperjuangkan keadilan harus terlebih dahulu memastikan bahwa nilai tersebut hidup di dalam rumahnya sendiri.
Pepatah mengatakan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Demikian pula keadilan.
Ia harus dimulai dari ruang yang paling dekat, dari lingkungan yang paling dikenal, dan dari keputusan-keputusan yang mungkin tidak disorot publik.
Sebab, keadilan yang hanya lantang disuarakan ke luar, tetapi tidak pernah hadir di dalam rumah sendiri, pada akhirnya hanya akan menjadi gema yang indah didengar, namun kosong makna.
Keadilan sejati tidak lahir dari seberapa keras seseorang berbicara, melainkan dari seberapa konsisten ia mempraktikkannya ketika tidak ada sorotan dan tepuk tangan.[dit]
