“Masyarakat agar bisa merasakan, khusus yang desil 1 sampai 4, bagaimana pemerintah hadir dalam bentuk bantuan pangan di saat-saat masyarakat merayakan 17 Agustus, sehingga bantuan pangan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan perayaan 17 Agustus,” terangnya menambahkan.
Guna mengoptimalkan proses distribusi, Bapanas membuka peluang penggunaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang memiliki sarana memadai sebagai titik penyaluran di tingkat lokal.
“KDKMP (Kopdes Merah Putih) yang sudah ada, bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur,” jelas Rachmi.
Adapun basis data penerima bantuan dipastikan tetap mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) per 10 Juli 2026. Jumlah sasaran KPM pada tahap kedua ini sama seperti tahap pertama, yaitu 33,24 juta KPM.
Bapanas pun meminta jajaran Bulog di seluruh wilayah untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kesiapan kualitas beras, kemasan, hingga alur distribusi stok. Perhatian khusus juga diberikan untuk wilayah Papua dan daerah terpencil (remote) yang menghadapi kendala geografis.
“Bulog wilayah Papua dengan keterbatasan transportasi, angkutan, gudang, mohon segera digerakkan, sehingga menjadi prioritas untuk daerah-daerah yang remote (terpencil) dulu. Kami berharap penyaluran bantuan pangan tahap ini bisa 100 persen,” ujar Rachmi.
Sebagai gambaran, program bantuan pangan beras pada 2025 disalurkan untuk empat bulan alokasi (Juni–Juli dan Oktober–November).
Sementara pada 2026, pemerintah merencanakan penyaluran setidaknya selama lima bulan alokasi.
Sebelumnya, penyaluran tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah terealisasi hingga 99,7 persen atau menyentuh 33,14 juta KPM.
Total logistik yang telah berhasil disalurkan pada tahap pertama mencapai 664,88 ribu ton beras beserta 132,97 ribu kiloliter minyak goreng.
Baca Juga: KopDes Merah Putih: Pemerintah Targetkan Puluhan Ribu, Realisasi Baru 680











