Tapi giliran ada yang usik kapal minyak, langsung rapat darurat, langsung koalisi, langsung bawa-bawa nama Islam. Lihat kecepatan reaksinya. Untuk Gaza, 10 bulan rapat tidak menghasilkan gencatan senjata. Untuk tanker, 10 jam langsung jadi koalisi.
Islam yang mana yang kalau Al-Aqsa diinjak-injak dia diam, tapi kalau tanker minyak diganggu dia jihad?
Jawabannya: Islam Shell, Islam Aramco, Islam British Petroleum. Islam yang kiblatnya Ka’bah tapi qalbunya di Wall Street. Islam yang kalau Al-Aqsa diteriaki, dia bisik-bisik “jangan provokasi”. Tapi kalau kapal tanker diteriaki Houthi, dia teriak “ini ancaman keamanan internasional, Allahu Akbar!”
Di sinilah topeng itu terbuka paling lebar. Kau sebut ini Koalisi Negara Islam. Pertanyaan orang berakal: Islamnya di mana?
Islamnya tertinggal di reruntuhan Rumah Sakit Al-Shifa. Islamnya terkubur bersama 40 ribu syahid di Gaza. Yang tersisa di koalisi itu hanya bendera-bendera dan barel-barel minyak yang harus dijaga agar tetap mengalir ke Eropa dan Amerika yang sama, yang bomnya sedang menghancurkan Gaza.
Kalau persatuan kalian hanya berani melawan nelayan Yaman yang mengganggu tanker, tapi tidak berani menatap mata Israel yang membantai anak-anak, maka jangan sebut itu Koalisi Islam. Sebut saja apa adanya: : Koalisi Penjaga Pom Bensin Internasional.
Oleh: The Argumentator
