Pembentukan koalisi maritim internasional diumumkan Arab Saudi sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan di Laut Merah setelah Houthi memberlakukan blokade maritim sejak 20 Juli 2026.
Sebelumnya, dikutip dari detikcom yang merujuk Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat, 31 Juli 2026, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan koalisi tersebut bertujuan melindungi jalur pelayaran internasional, kebebasan navigasi, serta menjaga kelancaran perdagangan global di Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden.
Inisiatif pembentukan koalisi lahir setelah pertemuan di Riyadh pada Kamis, 30 Juli 2026, yang dihadiri delegasi dari 43 negara serta Uni Eropa. Hingga kini, sedikitnya 14 negara telah menyatakan dukungan terhadap pembentukan aliansi tersebut.
Sejumlah negara yang ikut menandatangani pernyataan bersama antara lain Kuwait, Bahrain, Qatar, Turki, Pakistan, Yordania, Mesir, Sudan, Somalia, Djibouti, dan Bangladesh.
Sementara itu, Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang kapal-kapal yang berkaitan dengan Arab Saudi di Laut Merah karena dianggap melanggar blokade yang mereka tetapkan.[dit]
