“Inflow masuk ke memang saat ini baru di SBN dan SRBI. Sehingga di kuartal 2 kenaikannya cukup signifikan. Sehingga in total sudah terjadi inflow sekitar 8,5 sampai 9 miliar Dolar AS,” tuturnya.
Di samping memikat dana asing dan menopang rupiah, kenaikan suku bunga berandil besar mengendalikan laju harga.
Inflasi komponen bergejolak (volatile food) berhasil dipangkas dari sebelumnya di atas 5 persen menjadi sekitar 2,5 persen. Sementara itu, inflasi inti tercatat stabil di angka 2,76 persen.
Penurunan ini membawa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) melandai ke level 2,88 persen, turun dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 3 persen.
Destry menyimpulkan, kombinasi kinerja tersebut membuktikan bahwa transmisi kebijakan Bank Indonesia berhasil menyeimbangkan stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi secara beriringan.
“Jadi artinya pergerakan ekonomi yang terjadi itu tidak mendorong overheating atau tidak mendorong ekonomi secara keseluruhan naik. Jadi itu dampak kita bisa lihat stabilitas bisa terjaga sehingga kalau kita lihat juga pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir ini cukup terkendali,” tandasnya.
Baca Juga: Rupiah Tembus Level Terendah Sejarah di Rp17.310 per Dolar AS, Bank Indonesia Perkuat Intervensi











