“Jadi yang saya harapkan adik-adik jangan pernah bosan dan jangan pernah merasa sendiri. Di dalam satu asrama kita adalah satu keluarga. Semua saling memiliki dan saling merangkul,” katanya.
Manfaat pembinaan karakter diakui langsung oleh Arka Nanta Juanito Bolu, salah satu siswa anak nelayan yang telah setahun mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
Ia mengaku menjadi jauh lebih disiplin dan percaya diri.
“Di rumah saya tidak bisa disiplin. Masuk Sekolah Rakyat jadi bisa disiplin,” kata Arka yang bercita-cita menjadi prajurit TNI.
Arka juga memuji toleransi di sekolahnya.
“(Bapak Kepsek) baik dimana Pak Kepsek bisa mengantarkan yang non-muslim ke gereja (untuk ibadah),” tambah Arka.
Target Kapasitas Peserta Didik
Secara nasional, jumlah siswa Sekolah Rakyat telah menembus lebih dari 43 ribu orang (28 ribu siswa baru dan 15 ribu siswa lama) dan diproyeksikan melampaui 45 ribu siswa tahun ini.
Seiring rampungnya fasilitas gedung di daerah, kapasitasnya diproyeksikan menampung lebih dari 100 ribu siswa pada tahun depan.
Gus Ipul menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan tiap kabupaten/kota memiliki Sekolah Rakyat berkapasitas 1.500 hingga 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Insya Allah kita alokasikan tahun ini siswa lama dan siswa baru diperkirakan nanti lebih dari 45 ribu siswa. Tahun depan, kalau target pembangunan gedung-gedung selesai, itu lebih dari 100 ribu (siswa),” demikian Gus Ipul menutup.











