“Rendahnya angka penyakit akibat kerja di Indonesia bukan karena kasusnya sedikit, melainkan karena sistem pencatatan yang belum optimal mendeteksinya,” tutur Yassierli.
4 Langkah Utama Transformasi Balai K3 Kemnaker:
-
Pemetaan Risiko Berbasis Data: Memperkuat pemetaan risiko industri dengan basis data yang lebih akurat dan terintegrasi.
-
Edukasi SMK3: Memperluas edukasi penerapan Sistem Manajemen K3 kepada pekerja maupun manajemen perusahaan.
-
Pengawasan dan Standar Teknis: Meningkatkan kualitas pengawasan serta standar teknis pengujian K3 di lapangan.
-
Kolaborasi Multisektor: Memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, perusahaan jasa K3, kawasan industri, hingga perguruan tinggi.
Melalui empat langkah strategis tersebut, Balai K3 ditargetkan berkembang dari sekadar lembaga pengujian teknis menjadi pusat pengelolaan K3 yang mampu membangun budaya kerja aman, sehat, dan produktif secara nasional.
Baca Juga: Skandal Suap Sertifikasi K3 Kemnaker: KPK Bongkar Aliran Dana Miliaran dari Tiga Perusahaan
