Panen Melimpah di Brebes, Sistem Pertanian Modern PM-AAS Tembus 10,43 Ton per Hektare

Penerapan sistem pertanian modern terpadu ini berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare./Dok. Kementan

“Alhamdulillah hasilnya bagus. Awalnya saya tidak percaya karena biasanya cara saya bertani tidak seperti ini. Tapi semakin hari pertanamannya tumbuh semakin bagus, dan ke depan Insya Allah saya mau lanjut lagi,” ungkap Setia.

Lompatan hasil panen di Brebes diraih lewat paket teknologi PM-AAS utuh, seperti pola tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, serta pengairan berselang (Alternate Wetting and Drying/AWD).

Dukungan juga mengalir dari pemerintah daerah. Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, menilai modernisasi merupakan langkah krusial untuk menjawab tantangan masa depan.

“Kami percaya bahwa masa depan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras, tetapi juga harus didukung oleh inovasi, teknologi, kolaborasi, dan kelembagaan petani yang kuat,” ujarnya.

Guna memperluas dampak positif tersebut, Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, mengungkapkan pihaknya menargetkan penerapan PM-AAS di Jawa Tengah mencapai 138.284 hektare hingga September 2026.

Program ini turut memperkuat kapasitas 4.000 petani dan 300 aparatur melalui pendampingan berkelanjutan demi mendukung tercapainya target satu juta hektare PM-AAS secara nasional.

Baca Juga: Lindungi Peternak Rakyat, Kementan Tetapkan Harga Minimal Ayam Hidup Rp19.500 per Kilogram