FAKTANASIONAL.NET – Penerapan Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) membuktikan hasil nyata dalam mendongkrak produktivitas padi nasional.
Pada kegiatan panen di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (4/8), hasil ubinan tercatat mencapai 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.
Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibanding produktivitas rata-rata petani lokal yang selama ini berkisar 5–6 ton per hektare.
Keberhasilan ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempercepat modernisasi pertanian sebagai fondasi menuju swasembada pangan nasional.
Melalui PM-AAS, seluruh inovasi budidaya diintegrasikan mulai dari varietas unggul, mekanisasi, pemupukan berimbang, hingga pengelolaan air irigasi yang efisien.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa PM-AAS menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mempercepat peningkatan produksi pangan nasional setelah melalui pengujian intensif selama hampir dua tahun.
Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa PM-AAS memadukan seluruh komponen teknologi dalam satu sistem produksi yang saling menopang.
Baca Juga: Mentan Amran Isyaratkan Copot 14 hingga 20 Pejabat Eselon I Kementan
“Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak,” kata Fadjry Djufry.
Manfaat dari penerapan teknologi ini dirasakan langsung oleh petani setempat, salah satunya Setia, wanita tani asal Desa Kedungneng.
Ia mengaku sempat ragu dengan pola budidaya baru tersebut sebelum melihat hasilnya secara nyata.











