“Menjadi pembicara yang baik memang penting dan banyak diajarkan, tapi bagaimana menjadi pendengar yang baik, sabar mendengarkan setiap kata, memberikan respons terhadap setiap gestur, dan kemudian mengambil makna dari yang disampaikan itu tidak selalu mudah. Termasuk kemampuan berempati selain how to deliver (yakni) bagaimana kita berbicara, (namun juga) how to listen, bagaimana mendengar (deep listening),” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Founder dan CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menjelaskan bahwa ajang tahun ini mengusung tema “Komunikasi Empati, Narasi, dan Strategi” guna menjawab tantangan era keterbukaan informasi.
“Komunikasi empati bukan sekadar teknik, melainkan filosofi interaksi. Di era transparansi yang semakin terbuka, empati menjadi modal utama untuk membangun kepercayaan publik, mengelola krisis, dan menciptakan hubungan yang bermakna. Karena itu, komunikasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar narasi,” ujar Bram.
Baca Juga: Cegah Gagal Panen di Pesawaran, Kementan Salurkan Pompa Air dan Penampung Air











