FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengamankan produksi padi di Kabupaten Pesawaran, Lampung, menyusul penurunan debit air pada areal persawahan akibat musim kemarau.
Lewat penyaluran bantuan pompa air dan rencana pembangunan dam parit, pemerintah memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga sehingga risiko gagal panen dapat dihindari.
Langkah tanggap darurat ini dijalankan oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gedong Tataan pascamerespons kondisi di Desa Kurungan Nyawa dan sekitarnya, Kecamatan Gedong Tataan, pada Senin (3/8).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pompanisasi menjadi opsi mendesak untuk menjaga ketersediaan air pertanian sekaligus menopang produksi pangan nasional di tengah kemarau.
“Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak kita lakukan,” kata Mentan Amran.
Baca Juga: Genjot Swasembada Pangan, Kementan dan TNI Kebut Cetak Sawah 7.000 Hektare di OKI
Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Gedong Tataan, Sholeh, menjelaskan penurunan intensitas hujan selama satu bulan terakhir membuat pasokan air irigasi berkurang sehingga butuh penanganan secepatnya.
“Memang terjadi dampak kekeringan. Selama sekitar satu bulan tidak turun hujan, debit air mengalami penurunan sehingga perlu segera dilakukan penanganan,” ujar Sholeh.
Guna mencegah dampak yang semakin membendung produktivitas, BPP dan Kementan memetakan areal terdampak serta menyalurkan bantuan pompa air agar kebutuhan air tanaman padi tetap terpenuhi.
Langkah sigap ini dirasakan langsung oleh petani setempat. Anggota Kelompok Tani Negeri Kampai, Khusnun, mengapresiasi bantuan pompa air yang tiba tepat waktu saat pertanaman padi mereka baru memasuki fase awal pertumbuhan.











