Daerah  

942 Hektare Lahan Terbakar di Taman Nasional Bromo Sampai Hari Kesepuluh, BPBD Jatim: Alhamdulilah Tidak Ditemukan Titik Api

Kondisi suhu dingin di kawasan Bromo sering membuat masyarakat dan petani masih menggunakan api dalam aktivitas tertentu. Jadi, kehati-hatian dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran berulang di kawasan tersebut.

“Kalau memang harus menggunakan api, pastikan seluruh sisa pembakaran disiram air dan diperiksa kembali. Jangan sampai ada bara yang tertinggal,” ujarnya.

Gatot Soebroto juga menyampaikan penanganan kebakaran ini tidak lepas dari dukungan lintas sektor.

Berdasarkan arahan Gubernur Jatim dan sinergi dengan pemerintah pusat, BNPB telah mengerahkan dua unit helikopter water bombing, ditambah satu unit dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kolaborasi ini sangat penting karena penanganan kebakaran tidak bisa dilakukan satu instansi saja,” ujarnya.

TNI, Polri, BPBD, relawan, serta unsur lainnya terus bersinergi di lapangan dalam bentuk personel, kendaraan, dan peralatan seperti jet shooter dan perlengkapan pendukung lainnya.

Dari sisi pendanaan, Gatot Soebroto mengemukakan penanganan kebakaran ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sesuai kewenangan masing-masing.

“Semua bergerak bersama untuk memastikan penanganan berjalan maksimal,” ujarnya.

Sampai sekarang sebanyak 500 lebih personel telah dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran di kawasan Bromo. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, Perhutani, TNBTS, serta masyarakat dan komunitas setempat.

“Semua unsur terlibat aktif di lapangan. Ini menunjukkan kuatnya solidaritas dalam penanganan bencana,” ucapnya. (adm)