“Meski masih di bawah batas 60 persen PDB, tren ini perlu diwaspadai untuk menjaga keberlanjutan fiskal,” tuturnya.
Dari mancanegara, ujar Liza Camelia Suryanata, sentimen pasar cenderung positif setelah data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026 sesuai ekspektasi, dengan headline CPI naik 0,1% month to month (mtm) dan melambat menjadi 3,4% year on year (yoy), sementara core CPI naik 0,2% (mtm) dan turun menjadi 2,5% (yoy).
Data itu mengurangi tekanan bagi bank sentral AS The Fed untuk menaikkan suku bunga, tercermin dari kenaikan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada September 1016 menjadi 62% dari sebelumnya 54%.
“Namun, pasar tetap mewaspadai potensi kenaikan inflasi pada Agustus akibat lonjakan harga minyak,” ucapnya.
Selanjutnya, pelaku pasar menantikan data Producer Price Index (PPI) AS dan Personal Consumption Expenditures (PCE) AS sebagai indikator inflasi yang lebih diutamakan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian setelah AS dan Iran kembali berselisih mengenai kendali atas Selat Hormuz.
Presiden AS, Donald Trump menyatakan AS memiliki kendali penuh atas jalur tersebut, sementara Iran menegaskan Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum AS menghentikan permusuhan dan memenuhi sejumlah tuntutan.
“Serangan terhadap kapal komersial di kawasan Bab el-Mandeb juga meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasokan energi,” ujarnya.
Bursa saham Eropa melemah pada Kamis (12/8/2026) seperti Euro Stoxx 50 melemah 0,16%, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,10%, indeks DAX Jerman melemah 0,20%, serta indeks CAC 40 Prancis menurun 0,50%.
Sementara bursa Wall Street AS variatif pada Kamis (12/8/2026) antara lain indeks S&P 500 menguat 0,30% ke level 7.749,19, indeks Nasdaq Composite menguat 0,50% ke 26.588,49, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,30% ke 53.770,16.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1,62% ke 68.614,00, indeks Shanghai menguat 0,45% ke 3.964,4, indeks Kospi menguat 4,08% ke 6.847,41, indeks Hang Seng melemah 0,27% ke 25.370,81, dan indeks Straits Times melemah 0,55% ke 5,689,26. (adm)










