Setelah Terbirit-birit Takut Dilenyapkan Iran, Trump Malah Membully Abdul Al-Sayed

Setelah Terbirit-birit Takut Dilenyapkan Iran, Trump Malah Membully Abdul Al-Sayed/(Foto Ai hanya ilustrasi)

DUNIA sedang menertawakan Donald Trump. Bukan karena Amerika kalah perang, bukan karena ekonomi ambruk, tetapi karena Trump terbirit-birit takut dibunuh Iran. Saking takutnya, ia tega menjadikan 100 lebih staf dan wartawan sebagai umpan. Untuk menghibur diri, ia malah membully Abdul Al-Sayed. Ternyata salah pilih lawan. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Si rambut jagung itu sedang menghibur diri. Bukan main golf. Bukan makan steak. Bukan memeluk Melania. Ia membully Abdul El-Sayed sebagai hiburan di hadapan pendukungnya.

Abdul adalah dokter lulusan Oxford dengan Rhodes Scholarship, mantan pejabat kesehatan masyarakat pada era Barack Obama. Kini sedang naik daun sebagai kandidat Demokrat untuk Senat Amerika Serikat dari Michigan.

Pada primary Demokrat 4 Agustus 2026, Abdul mengalahkan petahana Haley Stevens dengan selisih sekitar 15.000 suara, kurang dari satu poin persentase. Padahal sebelumnya Emerson College memberi Abdul keunggulan 54 persen berbanding 39 persen. Rata-rata RealClearPolitics juga memberinya keunggulan 10,2 poin. Bahkan pasar prediksi Polymarket sempat memberikan peluang kemenangan sekitar 97–98 persen.

Jadi survei sudah bilang Abdul menang. Pasar prediksi sudah bilang Abdul menang. Kotak suara kemudian berkata, “Iya, tapi tipis-tipis saja biar dramatis.”

Kini Abdul menghadapi kandidat Republik Mike Rogers dalam pemilu November. Namun sebelum pertarungan itu, Trump datang membawa senjata paling canggih dalam arsenal politiknya, kolase foto.

Trump memasang foto dirinya bersama Melania dalam pose formal. Di sebelahnya, foto Abdul dan istrinya, Sarah, sedang duduk santai menikmati pancake.

Lalu muncul tulisan, “Two Very Different America’s.”

Waduh. Amerika punya Pentagon, rudal, kapal induk, satelit mata-mata, dan senjata nuklir. Tetapi perdebatan peradabannya sekarang ditentukan oleh pancake. Trump mungkin ingin mengatakan, “Lihat, inilah dua Amerika yang berbeda.”

Tetapi Abdul justru membalas dengan gaya yang membuat internet terjungkal. Ia menyindir, setidaknya dirinya tidak membuang “omong kosong” di tengah Ruang Oval. Boom! Trump membawa foto. Abdul membawa pisau verbal.

Exit mobile version