Daerah  

Ayo, Pulang… Bagus, Eboni, Ruby

Bagus, Eboni dan Ruby: Tiga orangutan pulang setelah mertahun-tahun menunggu. Foto: Harian Disway

Manusia pernah membuat ketiga orangutan tersebut kehilangan kebebasan. Namun manusia pula yang kemudian membantu mereka kembali ke alam.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa konservasi bukan sekadar menyelamatkan seekor satwa dari bahaya sesaat.

Konservasi adalah proses panjang untuk mengembalikan fungsi ekologis satwa.

Orangutan bukan sekadar hewan yang lucu untuk dilihat.

Ia merupakan bagian dari ekosistem hutan.

Karena itu, pelepasliaran Bagus, Eboni dan Ruby mempunyai makna lebih besar daripada sekadar membuka pintu kandang.

Ketiganya harus kembali menjalankan kehidupannya sebagai satwa liar.

Mereka harus mencari makanan sendiri.

Mereka harus mencari tempat tidur sendiri.

Mereka harus menghadapi hujan, panas, predator, kompetitor dan perubahan lingkungan.

Tidak ada manusia yang setiap pagi datang membawa makanan.

Itulah sebenarnya ukuran keberhasilan rehabilitasi.

Bukan apakah orangutan menjadi jinak.

Justru sebaliknya.

Semakin mampu mereka hidup tanpa manusia, semakin berhasil proses rehabilitasi tersebut.

Bagus, Eboni dan Ruby bukan hanya tiga nama dalam laporan konservasi.

Mereka adalah tiga individu yang mengingatkan bahwa kebebasan satwa liar tidak dapat dikembalikan dalam sehari. Butuh bertahun-tahun. (*)