Hasto mendarat di Silangit untuk selanjutnya melakukan Groundbreaking kantor DPC PDIP Kabupaten Samosir. Ia didampingi Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat.
Di hadapan ratusan tokoh masyarakat dan agama di Samosir, Hasto mengajak semua peserta silaturahmi untuk hening cipta mendoakan korban gempa NTT.
Penegasan gerak cepat tersebut turut digaungkan oleh Djarot Saiful Hidayat saat membuka Forum Silaturahmi Kebangsaan di Kabupaten Samosir. Acara ini dilaksanakan usai peletakan batu pertama selesai.
Djarot menceritakan bagaimana Hasto Kristiyanto seketika menunda seluruh agenda santai di bandara demi langsung menginstruksikan jajaran DPP dan DPD untuk menggalang bantuan bencana.
Djarot juga mengulas kembali sejarah pemikiran Bung Karno yang selalu mengambil inspirasi dari rakyat kecil, seperti Mbok Sarinah dan Pak Marhaen, sebagai fondasi lahirnya ajaran Pancasila dan ideologi pembebasan rakyat terpinggirkan (option for and with the poor).
Ia menekankan bahwa keberadaan para tokoh agama dalam forum silaturahmi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita ini satu bangsa. Tidak boleh ada egoisme agama atau etnis. Kita harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain (all for all, one for all). Melalui Silaturahmi Kebangsaan yang kita mulai dari Samosir ini, mari kita perkuat persaudaraan, merawat toleransi, dan terus bergotong royong membela rakyat kecil,” ucap Djarot Saiful Hidayat.
Djarot menambahkan, keberadaan BAGUNA sebagai badan khusus penanggulangan bencana menjadikan PDI Perjuangan selalu siap sedia diterjunkan dalam setiap kondisi darurat di seluruh pelosok Tanah Air, sebagaimana komitmen partai untuk selalu menyatu dan menangis-tertawa bersama rakyat.
Di silaturahmi itu, hadir juga jajaran PDIP Sumatera Utara dipimpin Ketuanya Rapidin Simbolon dan Sekretaris Sutarto. Hasto dan Djarot juga didampingi Johanes Oberlin Tobing, Guntur Romli, dan Aryo Seno Bagaskoro.
