HUT ke-81 RI, Megawati Minta BPJS Tak Dikutak-katik dan Soroti 1 Juta Pengangguran Terpelajar

​”Saya enggak nyari nama, itu memang saya yang buat karena hati nurani saya sedih melihat rakyat menjual ini menjual itu,” tuturnya.

​Pengalaman tersebut menjadi fondasi utama Megawati untuk menegaskan bahwa kewajiban utama pemerintah adalah memberikan pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan.

​Gelisah Isu 1 Juta Pengangguran Terpelajar

​Selain masalah jaminan kesehatan, Megawati juga menumpahkan kekhawatirannya terkait tingginya angka pengangguran di kalangan berpendidikan tinggi. Ia mengaku terganggu dengan pemberitaan koran mengenai fenomena banyaknya orang pintar yang belum mendapatkan pekerjaan.

​”Bingung saya, karena saya baru saja berapa hari ini diganggu oleh koran karena katanya banyak orang-orang pintar itu tidak punya pekerjaan dan jumlahnya saya bingung kenapa katanya sampai sejuta. Ke mana mereka? Ini sedang saya suruh urus untuk melihat sebetulnya apa yang terjadi,” ungkapnya.

​Menurut Megawati, pemenuhan layanan kesehatan dan penyediaan lapangan kerja yang layak merupakan jalan peradaban bangsa yang harus didukung oleh sistem politik dan negara hukum yang berkeadilan.

​Ia membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju di Eropa dan Asia yang menempatkan pendidikan serta kesehatan rakyat sebagai prasyarat utama penguasaan sains dan teknologi.

​”Pada usia Republik yang ke-81 ini, semua yang diimpikan Bung Karno harusnya sudah bisa dilaksanakan. Hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri yang akan berdiri dengan kuatnya,” pungkas Megawati.

Exit mobile version