FAKTANASIONAL.NET – Pengelolaan gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Lampung mulai diarahkan pada pola perawatan yang memungkinkan satwa tersebut bergerak lebih bebas tanpa rantai dan gancu.
Upaya yang dilakukan tersebut setelah mendapat pendampingan langsung dari tim Elephant Nature Park (ENP) di Chiang Mai, Thailand untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan gajah dengan pendekatan yang lebih memperhatikan kesejahteraan satwa.
Founder and Director ENP Thailand, Saengduean “Lek” Chailert, mengatakan, timnya mendatangi Way Kambas untuk membantu melatih gajah agar dapat kembali hidup berkelompok dan secara bertahap dilepaskan dari rantai.
“Kami datang untuk melatih gajah agar menjadi kawanan, melepaskan gajah dari rantai dan membiarkan mereka menjadi keluarga lagi,” kata Lek di Lampung Timur, Jumat (2/10).
Dia melanjutkan kondisi pengelolaan gajah di Way Kambas sendiri masih berbeda dengan pola yang diterapkan di ENP. Di tempatnya, gajah telah dikelola dengan pola yang memungkinkan mereka bergerak bebas.
“Di sini mereka masih menggunakan rantai, masih menggunakan hook, dan itu perlu dilepaskan,” kata dia.
Lek juga menyoroti kondisi anak-anak gajah yang menurut pengamatannya membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan makanan dan nutrisi. Dalam pendampingan, lanjut dia, pendampingan tidak hanya menyasar gajah melainkan juga para mahout yang sehari-hari merawat dan menangani satwa tersebut.
“Sebelum datang ke Way Kambas, sejumlah mahout dari Indonesia telah mengikuti pelatihan di proyek ENP di Thailand. Mereka sudah menerima pelatihan di proyek kami di Thailand dan memahami konsep bagaimana merawat gajah,” kata dia lagi.
Direktur Perencanaan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI, Dr Ahmad Munawir mengatakan, kehadiran tim ENP menjadi kesempatan bagi pengelola gajah Way Kambas untuk mendapatkan pengalaman langsung dari Thailand.
Pihaknya bersama tim dari Elephant Nature Park di Chiang Mai, Thailand membantu mahout bagaimana mengelola gajah yang lebih welfare, memperhatikan kesejahteraannya tanpa menggunakan rantai dan hook.
