Partai-partai politik yang saat ini berada di luar kekuatan utama pemerintah secara teoritis memang masih memiliki ruang untuk membangun blok alternatif. Namun, apabila mayoritas partai memilih merapat dan mempertahankan soliditas koalisi pemerintahan, ruang bagi terbentuknya kekuatan ketiga akan semakin sempit.
Dengan demikian, Pemilu 2029 berpotensi berlangsung dalam konfigurasi yang lebih sederhana tetapi sekaligus lebih kompetitif: PDIP di satu sisi berhadapan dengan kekuatan gabungan non-PDIP di sisi lainnya.
Meski demikian, peta tersebut masih merupakan sebuah prediksi. Dinamika politik nasional masih sangat mungkin berubah menjelang 2029, terutama karena kepentingan partai, konfigurasi koalisi, kandidat presiden dan wakil presiden, serta aturan Pemilu dapat mengalami perubahan.
Artinya, pertarungan dua poros yang diprediksi Connie belum dapat dianggap sebagai konfigurasi final. Namun, analisis tersebut memberikan gambaran mengenai salah satu kemungkinan besar arah politik Indonesia menuju Pemilu 2029.
Oleh: Azwar Anas
Sumber: FB @Azwar Anas
#BeritaSeputarNusantara #MomenSeputarNusantara











