Mulyadi mengaku pengemudi Alphard kemudian meminta ganti rugi atas goresan yang disebut terdapat pada mobilnya. Namun, Mulyadi mengatakan, dirinya memang tidak menyenggol dan menyebabkan goresan tersebut. Perselisihan kemudian berlanjut ketika pengemudi Alphard disebut hendak mengambil ponsel milik Mulyadi di dalam jaketnya.
Mulyadi berseru, “Jangan, Pak. Jangan ambil ponsel,” tutur Mulyadi.
Kemudian pengemudi Alphard kemudian mengancam akan merusak sepeda motornya. Meski merasa tak bersalah, Mulyadi sempat meminta maaf, dengan tujuan agar permasalahan cepat selesai.
Pengemudi Alphard tersebut kemudian mengambil batu blok yang berada di pinggir jalan. Batu itu kemudian dipukulkan ke bagian depan sepeda motor Mulyadi hingga lampunya rusak.
“Motor saya dihajar tiga kali, lalu pecah bagian depan, bagian lampu,” kata Mulyadi. Setelah itu, Mulyadi mengatakan, kunci sepeda motornya juga sempat diambil oleh pengemudi Alphard, tetapi tak lama kuncinya dilempar ke tanah.
Akhirnya, perkara ini selesai dengan perdamaian. Sopir Alphard bernama Didi, mendatangi Mulyadi dan meminta maaf. Perdamaian diselesaikan di Polsek Pesanggrahan.
Didi mengganti semua kerusakan motor Mulyadi. “Saya Mohon maaf kepada Pak Mulyadi dan kepada masyarakat, karena saya telah membuat kegaduhan,” katanya. (*)
