INI baru namanya persahabatan sejati. Bukan persahabatan cuma saling kirim ucapan ulang tahun. Bukan pula modal ngopi sambil berkata, “Kapan-kapan kita ketemu.”
Ini persahabatan level premium. Kalau berteman baik dengan Pemprov Kalbar, bisa dapat proyek Rp19,1 miliar. Kejati Kalbar beda kelas. Dapat gedung parkir. Rp19,1 miliar pula.
Saya jadi berpikir, mungkin inilah definisi baru “hubungan baik” dalam pemerintahan. Kalau hubungan terlalu baik, bukan cuma silaturahmi terjaga. Fasilitas ikut terjaga.
Rakyat jangan iri. Ini bukan bagi-bagi kue. Ini namanya sinergi.
Kalau rakyat menyebutnya proyek, mungkin rakyat kurang memahami bahasa birokrasi. Dalam bahasa halus, ini “penguatan hubungan kelembagaan melalui beton, semen, besi, dan anggaran.”
Indah sekali. Persahabatan biasanya cukup dengan jabat tangan kini naik kelas menjadi konstruksi.
Dulu orang bilang, “Teman baik adalah teman selalu ada ketika kita membutuhkan.”
Ternyata benar. Ketika Kejati membutuhkan tempat parkir, Pemprov hadir. Cepat. Sigap. Tangkas.
Saya membayangkan percakapannya.
“Pak, kami butuh parkir.”
“Berapa?”
“Rp19,1 miliar.”
“Siap!”
Tidak ada drama. Tidak ada, “Anggaran kita terbatas.” Tidak ada, “Mari kita kaji dulu.”
Pokoknya sahabat jangan dibiarkan kesulitan. Apalagi kalau sahabatnya lembaga penegak hukum.
Prinsipnya sederhana. Kalau teman sedang susah, teman baik tinggal pergi ke ATM.
ATM-nya tentu bukan ATM pinggir jalan. ATM-nya APBD. Kalau saldonya masih ada, tinggal tekan tombol.
Mau berapa?
Selama memenuhi aturan, administrasi lengkap, dan anggaran tersedia, keluar!
Rp19,1 miliar? Silakan.
Kalau saldo masih tebal, persahabatan memang terasa sangat indah. Rakyat yang sedang susah tentu boleh mencoba.
Datang ke kantor pemerintah:
“Pak, rumah saya bocor.”
“Mohon bersabar.”
“Anak saya butuh sekolah.”
