JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid sangat menyayangkan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang akan menjadi tim pemantauan dan terlibat aktif dalam upaya pelucutan senjata pejuang Hizbullah di Lebanon.
Menurut Habib Syakur, Indonesia kini menjadi negara yang sangat lemah dan diperalat negara-negara barat beserta para sekutunya di timur tengah, untuk mendukung kepentingan zionis Israel dan Amerika Serikat.
“Lha. Indonesia kok seperti negara yang tak berkutik dihadapan dunia Barat. Indonesia kok memposisikan diri sebagai negara yang butuh donasi dan investor asing, lalu tidak punya prinsip maupun sikap independen. Diperalat untuk kepentingan Israel menguasai wilayah Palestina,” kata Habib Syakur kepada awak media, Jumat (21/8/2026).
Sebelumnya, Reuter dan dikutip media-media internasional dan dalam negeri, melaporkan bahwa Indonesia bersama Inggris, Italia, dan Swiss, masuk dalam daftar untuk berkontribusi dalam mekanisme verifikasi pelucutan senjata Hizbullah di Lebanon. Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, mekanisme itu dapat melibatkan pengerahan pasukan asing ke Lebanon untuk memverifikasi proses pelucutan senjata.
Reuters melaporkan bahwa daftar tersebut muncul dari perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Roma pada pekan lalu. Pembicaraan itu merupakan putaran terbaru negosiasi Israel dan Lebanon mengenai pelaksanaan kesepakatan Juni yang mengaitkan penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon dengan pelucutan senjata Hizbullah.
Tiga sumber mengatakan keempat negara tersebut dapat membantu menentukan cakupan mekanisme, menyediakan personel untuk mengawasi pelaksanaannya, atau mengerahkan pasukan untuk mengamati maupun terlibat dalam inspeksi guna memverifikasi pelucutan senjata.
Nah, menurut Habib Syakur, posisi Indonesia dalam Board of peace (BoP) sangat buruk dan sama sekali tidak strategis.
“Tidak jelas! Apakah Indonesia paham atau belum bahwa Zionis Israel itu menjajah Palestina. kalau tak dilakukan perlawanan oleh Hizbullah, Hamas, Palestina dan Lebanon, maka Israel akan semakin semena-mena. Karena kstael bernafsu dan berhayal ingin menguasai seluruh jazirah Arab,” tegas Habib Syakur.
Habib Syakur, ulama asal Malang Raya ini melihat Indonesia cenderung menjadi negara yang sama sekali tidak dihormati negara lain. Martabat Indonesia pun sangat direndahkan karena begitu mudah disetir untuk mengekor pada kepentingan Barat, dalam hal ini Amerika Serikat-Israel dan sekutu-sekutunya.
“Padahal, kalau saja Indonesia berdiri dengan martabat tinggi di dunai internasional, maka negara kita akan dihormati dan dihargai. Contohnya saja Iran. Mereka sangat disegani dan bebas menjalankan politik luar negeri. Mereka tetap mengirim bantuan ke Indonesia karena ingin merangkul seluruh dunia. Sebaliknya, kok Indonesia tidak jelas,” tukas Habib Syakur.
