Ketika Sungai Melawi di Kalbar Mulai Kehilangan Air

Ketika Sungai Melawi di Kalbar Mulai Kehilangan Air/(Instagram)

Hujan memang diharapkan dapat meningkatkan kembali debit Sungai Melawi. Namun, normalnya permukaan air bukan berarti persoalan selesai.

Ketika musim hujan datang, perhatian justru perlu diarahkan pada bagaimana sungai mampu menampung aliran air dengan baik.

Sungai yang dangkal dan ekosistem hulunya terganggu juga dapat menghadapi persoalan berbeda ketika curah hujan meningkat.

Di sinilah pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan pihak terkait memiliki tanggung jawab bersama.

Sungai perlu dipandang sebagai ekosistem yang harus dijaga, bukan sekadar jalur transportasi yang digunakan ketika air tersedia.

Pemantauan debit air, kondisi sedimentasi, kesehatan daerah aliran sungai, serta perubahan lingkungan di kawasan hulu perlu dilakukan secara konsisten.

Data tersebut penting agar kebijakan yang dibuat tidak hanya bersifat reaktif ketika sungai sudah mengalami masalah.

Masyarakat juga memiliki posisi penting. Menjaga vegetasi di sekitar sungai, tidak membuang sampah ke aliran air, serta mengawasi aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan merupakan langkah sederhana yang memiliki arti besar jika dilakukan bersama-sama.

Fenomena Sungai Melawi seharusnya menjadi cermin bahwa kesejahteraan masyarakat sangat berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Ketika sungai berubah, kehidupan manusia yang bergantung kepadanya ikut berubah.

Pasir yang muncul di tengah sungai mungkin terlihat indah dari kejauhan. Warga yang bisa berjalan di dasar sungai mungkin tampak seperti fenomena menarik untuk diabadikan.

Tetapi di balik postingan yang viral dan pemandangan yang tidak biasa itu, ada pertanyaan yang jauh lebih penting: seberapa sehat sebenarnya sungai yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat?

Kita tentu berharap hujan segera turun dan debit Sungai Melawi kembali normal. Namun, harapan itu jangan berhenti pada menunggu langit mendung.

Sebab menjaga sungai bukan pekerjaan satu musim. Ia adalah tanggung jawab lintas generasi.

Jika hari ini dasar sungai mulai terlihat, mungkin alam sedang memberi tanda.

Pertanyaannya bukan hanya kapan air kembali memenuhi sungai, tetapi apakah kita sudah cukup peduli untuk memastikan sungai tetap mampu menghidupi manusia dan lingkungannya pada masa depan.[dit]