Iran Isyaratkan Perubahan Sikap soal Senjata Nuklir Usai Diserang AS

Pembicaraan AS-Iran Buntu, Kerangka Damai Tak Kunjung Disepakati/(foto: Pixabay)

Rezaei yang merupakan mantan komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu dikenal sebagai salah satu pejabat keamanan senior Iran sekaligus sosok yang disebut sebagai tangan kanan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Meski pernyataannya cukup tegas, Rezaei tidak mengatakan bahwa Iran telah mengambil keputusan untuk memproduksi senjata nuklir.

Selama ini, Teheran konsisten menyatakan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai dan menolak pengembangan maupun penggunaan senjata atom.

Rezaei juga menyoroti rekam jejak Iran dalam mengikuti mekanisme pengawasan internasional.

Iran diketahui bergabung dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan kemudian menerima kesepakatan nuklir 2015 yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa serangan militer AS telah memunculkan kembali perdebatan di internal Iran mengenai manfaat komitmen non-proliferasi dan kebutuhan membangun kemampuan pencegahan strategis.[dit]