Dalam video yang beredar, tampak seorang nasabah bersama sejumlah orang berada di lokasi yang disebut berkaitan dengan pemeriksaan safety box.
Selain nasabah tersebut, terlihat empat orang lainnya. Dua orang diduga merupakan pegawai bank, sementara dua orang lainnya tampak melakukan perekaman.
Nasabah bersama seorang yang diduga pegawai bank terlihat memeriksa satu per satu amplop yang tersimpan di dalam safety box. Dalam rekaman tersebut, pegawai yang berada di lokasi juga tampak menunjukkan sejumlah amplop bertuliskan angka-angka ke arah kamera.
Suasana kemudian berubah emosional ketika nasabah tersebut menyampaikan bahwa barang-barang yang menurutnya tersimpan di dalam amplop sudah tidak ditemukan.
“Saya sedih, Pak. Semua enggak ada lagi. Nih, Pak, kosong, Pak. Bener enggak, Pak? Saya mau bohong bagaimana, Pak?” kata nasabah tersebut sambil menangis dalam video.
Viralnya rekaman tersebut memunculkan desakan agar persoalan ini segera mendapat penjelasan secara terbuka dan transparan.
CBA menilai OJK memiliki peran penting untuk memastikan fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut, termasuk menelusuri prosedur pengamanan, akses, pencatatan, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait safety box yang dimaksud.
Uchok menekankan, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai dugaan hilangnya barang-barang milik nasabah tersebut masih memerlukan pendalaman dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Pernyataan resmi dari Bank MNC dan hasil pemeriksaan OJK diperlukan untuk memastikan fakta serta kronologi sebenarnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kepercayaan nasabah terhadap sistem keamanan penyimpanan barang berharga di lembaga perbankan. Publik kini menanti langkah OJK dan penjelasan resmi dari pihak Bank MNC terkait video viral tersebut.
