Direktur FNF Asia Tersentuh Sambutan Budaya Jawa-Bali, Hasto: Gamelan Benteng Toleransi dan Demokrasi

“PDI Perjuangan percaya bahwa demokrasi bukan sekadar mekanisme meraih kekuasaan, melainkan komitmen moral agar kekuasaan tetap bertanggung jawab kepada rakyat,” tegas Hasto.

Ia juga mengaitkan pandangan tersebut dengan Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Kebudayaan, menurut Hasto, menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkuat daya tahan demokrasi.

Kehangatan penyambutan dan pertunjukan kebudayaan Jawa-Bali mendapat respons emosional dari Direktur Regional Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia, Moritz Kleine-Brockhoff.

Moritz mengaku tersentuh menyaksikan anak-anak menari serta mendengarkan alunan gamelan yang menyambut para delegasi.

“Pidato dan sambutan hangat ini sungguh menyentuh hati saya. Melihat anak-anak menari dan alunan musik gamelan sangat menggerakkan perasaan,” ujar Moritz.

Dalam kesempatan tersebut, Moritz juga menyampaikan penilaiannya mengenai posisi PDI Perjuangan dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

“Kita diingatkan kembali akan nilai-nilai PDI Perjuangan sebagai partai toleransi dan demokrasi di Indonesia—dan saya rasa, ini adalah satu-satunya partai toleransi dan demokrasi yang tersisa di Indonesia saat ini,” katanya.

Pernyataan itu disambut hangat para peserta yang hadir.

Malam kebudayaan tersebut semakin cair ketika para delegasi menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana dan Tari Joged Agirang. Musik, tarian, dan keramahan masyarakat desa menjadi bahasa bersama yang mempertemukan para tamu dari beragam latar belakang politik dan kebangsaan.

Tak berhenti sebagai penonton, delegasi internasional, tokoh nasional, hingga masyarakat setempat kemudian diajak naik ke panggung untuk ngibing dan menari bersama.

Malam di Desa Gadingan itu pun menjadi bagian lain dari rangkaian konferensi tentang ketahanan demokrasi: bahwa demokrasi tidak hanya dibicarakan melalui pidato dan forum politik, tetapi juga dapat dirawat melalui kebudayaan, kebersamaan, dan harmoni di tengah perbedaan.

Exit mobile version