Workshop CALD 2026, Politisi Muda PDIP Syaiful Mujab Paparkan Aplikasi ISO dan Digitalisasi Merawat Demokrasi

Sorotan Dinasti Politik dan ‘The Yogyakarta Commitment’

Sesi paparan PDI Perjuangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian workshop manajemen partai yang digelar oleh Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) bekerja sama dengan PDI Perjuangan dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia.

Sejak pagi, rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi Fireside Chat bertajuk Setting the Context – Electoral and Political Party Trends in East and Southeast Asia yang dimoderasi oleh Direktur Regional FNF Asia, Moritz Kleine-Brockhoff.

Sesi pembuka ini membedah tren pemilu dan tantangan partai di Asia bersama perwakilan dari Singapura (SDP), Malaysia (Gerakan), Taiwan (DPP), Kamboja (CNRPA), dan Vietnam (Viet Tan). Salah satu topik hangat yang mengemuka dalam diskusi panel yang dipimpin oleh Moritz selaku Direktur Regional FNF Asia tersebut adalah maraknya fenomena dinasti politik dan patronase, serta bagaimana sistem demokrasi harus merespons penyelewengan kekuasaan tersebut guna menjamin kesetaraan kesempatan bagi kader-kader baru.

Pada sesi siang hingga sore, akademisi dari Universitas Chiang Mai Thailand, Assoc. Prof. Chanintorn Pensute, memandu sesi interaktif World Café on Party Institutionalization untuk merumuskan langkah-langkah praktis dalam mengatasi hambatan pelembagaan partai di kawasan Asia.

Rangkaian workshop hari kedua ini diakhiri dengan perumusan dan pembacaan dokumen konsensus bersama bertajuk “The Yogyakarta Commitment” yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal CALD Francis Gerald “Blue” Abaya, sebagai komitmen kolektif partai-partai demokratis Asia dalam menguatkan tata kelola organisasi dan merawat kebebasan sipil.

Exit mobile version