Hukum  

Siswi Berprestasi Febiona Santap MBG di Sumut, Berubah Jadi Pikun

Siswi Febiona, juara kelas santap MBG jadi pikun. Foto: Editor Indonesia

Sementara itu, pihak RSUP H. Adam Malik Medan belum mau memberikan penjelasan tentang pemeriksaan medis Febiona. Sejauh ini, Febiona sudah tiga kali diperiksa di rumah sakit tersebut.

Pasien ditangani oleh dokter spesialis gastro anak, dokter spesialis neurologi anak dan dokter psikiatri.

“Saat ini dokter belum bisa memberikan statement, karena masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Manajer Hukum dan Humas RSUP H. Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak.

Menurut Rosario, Febiona sudah tiga kali menjalani perawatan di RSUP H. Adam Malik Medan. Terbaru, pasien menjalani pemeriksaan EEG untuk mendeteksi gangguan fungsi otak. Sejauh ini, kata Rosario, kondisi Febiona tergolong stabil.

“Kondisinya kan stabil, ya. Kondisi pasien tuh stabil. Jadi saat ini memang yang diperlukan hanya rawat jalan saja,” kata Rosario.

Menurut Rosario, penanganan medis terhadap Febiona masih akan terus berlanjut dan biayanya ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Masih lanjut. Dan sepertinya memang untuk jangka waktu yang cukup lama,” sambungnya.

Mitra SPPG Ini Malah Salahkah Murid Saat Keracunan MBG

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Medan, Donal Simanjuntak, membantah pemberitaan bahwa korban mengalami gejala amnesia atau hilang ingatan. Menurutnya, kondisi Febiona saat ini tidak seperti isu yang beredar di publik.

“Kemarin tanggal 7 September 2026, korban pulang atas permintaan sendiri pagi hari dari RS Amanda di Karo dan langsung ke Medan untuk kontrol ke RS Adam Malik sesuai jadwal. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan EEG,” sebutnya dalam rilis yang diterima kontributor Tirto.

Donal pun mengaku tahu, hari ini korban kembali lagi ke RS Adam Malik bersama orang tua untuk menerima hasil pemeriksaan EEG. “Namun saat tiba di RS, FY (Febiona) drop dan lemas karena banyaknya peliputan atas dirinya. Keluarga menerima hasil normal pada pemeriksaan EEG,” ujarnya.

Donal mengeklaim, Badan Gizi Nasional (BGN) selalu mendampingi korban selama di rawat di RS Haji Medan sampai kepulangan dari RS ke rumah dan pelaksanaan kontrol kembali ke RS.

“Kepala BGN sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah agar dilakukan pelayanan kesehatan secara maksimal untuk pengobatan siswa yang sakit dengan pembiayaan dari kantor BGN,” katanya.

Donal bilang, BGN dalam melaksanakan program MBG mengedepankan prinsip keamanan pangan sebelum dikonsumsi oleh penerima manfaat seperti siswa dan kelompok ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.

“SOP produksi makanan di SPPG harus dijalankan secara konsisiten oleh semua pihak yang ada di SPPG. Kejadian keracunan tidak boleh lagi terjadi di SPPG,” ujarnya.

Selanjutnya, Donal mengatakan BGN terus meningkatkan kualitas layanan MBG dengan memperankan semua pihak di SPPG untuk mengawal operasional sesuai SOP.

“Yayasan/mitra, relawan, dan kepala SPPG harus memiliki komitmen kuat dan memastikan seluruh ouput tugas di setiap lini produksi diinput dalam sistem informasi pemenuhan gizi,” katanya.

“Peningkatan pengetahuan terhadap relawan menjadi prioritas dalam memitigasi kejadian fatal keracunan makanan serta penanganan bahan baku yang adekuat yang aman untuk konsumsi. Hal ini menjadi pembelajaran untuk ke depan lebih baik lagi,” imbuhnya. (*)

Exit mobile version