FAKTANASIONAL.NET – Siswi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Febiona (16) yang mendadak hilang ingatan, kejang-kejang lagi saat akan menjalani pemeriksaan medis Elektroensefalografi (EEG) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik, Medan, Selasa (8/9/2026).
Kondisi Febiona disampaikan oleh sang ibu kandung, Elvinus Lusiana br Sitanggang, saat menemani anaknya di rumah sakit. Menurut Elvinus, kondisi Febiona tak kunjung membaik sejak keracunan pada Agustus 2026 lalu. Namun dia bingung dengan penjelasan dokter.
BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Ternyata Belum Daftar SLHS
“Kami kemari mau kasih EEG. Tapi tadi anak saya tiba-tiba kejang. Terus, kata dokternya tidak ada penyakitnya. Tapi kenapa bisa anakku seperti itu? Jadi aku tidak puas lah sama hasil yang disampaikan dokter,” ujar Elvinus.
Febiona adalah siswi SMK Bersama Berastagi yang ikut keracunan MBG bersama 260 pelajar lainnya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada pertengahan Agustus 2026 lalu.
Sejak peristiwa itu, Febiona sudah menjalani pemeriksaan medis di lima rumah sakit berbeda. Pemeriksaan terbaru dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan.
Sejauh ini, Elvinus belum tahu pasti penyakit yang dialami anaknya. Karena dokter juga menyatakan tidak tahu. Dia hanya diminta dokter untuk merekam Febiona jika kembali kejang-kejang.
“Kata dokter, sewaktu nanti dia kejang, dia kan ada waktunya observasi di rumah. Sewaktu dia nanti kejang di rumah, diambil video, kata dokternya. Jadi biar tahu dokternya memberikan obat,” ujar Elvinus.
“Kalau hasil medis, dibilangnya tidak ada. Tidak ada hasil katanya. Tidak ada penyakitnya. Karena semua, otaknya, terus ginjalnya, darahnya, semuanya bagus katanya,” sambung Elvinus.
Ketegasan Ketua DPRD Kota Malang Menghentikan Program MBG
Tidak hanya mengalami kejang, menurut Elvinus, anaknya juga mengalami gangguan ingatan atau pikun setelah keracunan MBG. Febiona lupa dengan anggota keluarganya saat dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan.
“Hilang ingatannya. Yang terdekat saja dulu, seperti adiknya, kakaknya, itu kan satu rumah, itu tidak diingatnya,” ujar Elvinus.
Febiona Berprestasi, Juara Kelas
Kondisi yang dialami Febiona saat ini, lanjut Elvinus, begitu memilukan hati keluarga. Febiona tergolong siswi berprestasi lantaran sering meraih juara kelas dan juga menjabat wakil ketua organisasi sekolah.
Kini, anak kebanggaannya itu terkulai dan belum bisa kembali belajar.
Sejauh ini, kata Elvinus, mereka belum berniat menempuh jalur hukum. Pihak keluarga masih fokus merawat Febiona dan berencana membawanya ke pengobatan alternatif.
“Tidak. Rencananya maksud kami mau pengobatan tradisional,” ujar Elvinus.
Kejagung Minta Gugatan Lodewyk Pusung Ditolak, Penyitaan Kasus Korupsi MBG D
