TPAS Galuga memiliki posisi strategis bagi pengelolaan sampah di wilayah Bogor karena melayani kebutuhan masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.
Pada Desember 2025, Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan TPAS Galuga sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah regional Bogor Raya.
Besarnya peran TPAS Galuga terlihat dari volume sampah yang masuk setiap harinya.
Data Pemkab Bogor menyebut volume sampah yang masuk ke kawasan TPAS Galuga mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Sementara data teknis yang pernah dipublikasikan mencatat sekitar 500 ton berasal dari Kota Bogor dan sekitar 600 ton dari Kabupaten Bogor atau sekitar 1.100 ton per hari dalam data tersebut.
Kondisi itu membuat penanganan kebakaran tidak hanya menyangkut pemadaman api, tetapi juga keberlangsungan layanan persampahan bagi masyarakat.
Api Mengecil, Penanganan Belum Selesai
Jenal menegaskan bahwa meski kobaran api besar telah berhasil dikendalikan, proses penanganan belum dinyatakan selesai.
Petugas masih melakukan penyisiran, pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Menurut Jenal, pola kebakaran di kawasan tersebut cukup sulit diprediksi. Api bahkan dapat kembali muncul beberapa jam setelah dilakukan penyemprotan, terutama ketika angin bertiup kencang.
Karena itu, koordinasi antarinstansi terus dilakukan. Keselamatan petugas juga menjadi perhatian selama proses penanganan, sementara titik-titik yang berpotensi kembali terbakar terus dipantau.
Bagi Jenal, berkurangnya kobaran api belum menjadi tanda bahwa pekerjaan telah selesai. Pemadaman baru benar-benar tuntas ketika seluruh titik panas telah hilang, kondisi dinyatakan aman, dan pelayanan persampahan dapat kembali berjalan normal.
Ia pun memilih tetap berada di lokasi untuk memastikan proses tersebut berjalan hingga tahap akhir, tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat maupun petugas yang bekerja di lapangan.[zul]







