FAKTANASIONAL.NET – HMI pernah dikenal sebagai ruang kaderisasi intelektual, moral, dan kepemimpinan yang seharusnya melahirkan generasi kritis terhadap kekuasaan.
Namun ketika pragmatisme mulai lebih dominan daripada idealisme, pertanyaan besar harus diajukan: apakah organisasi masih menjadi tempat memperjuangkan gagasan, atau perlahan berubah menjadi kendaraan menuju kepentingan dan kekuasaan?
Kritik terhadap HMI bukan berarti menolak keberadaan organisasi, tetapi justru mempertanyakan arah dan masa depannya. Revolusi diri berarti berani mengevaluasi budaya internal, memperkuat independensi, mengembalikan tradisi intelektual, dan memastikan kader tidak kehilangan keberanian untuk mengkritik siapa pun—termasuk ketika berhadapan dengan kekuasaan.








