41 Tahun Bimbel Nurul Fikri, Empat Dekade Lebih Menjaga Tradisi Mencetak Generasi Juara

Milad ke-41 juga menjadi momentum untuk mendokumentasikan perjalanan lembaga melalui penulisan buku “41 Tahun BKB Nurul Fikri Membersamai Perjalanan Juara.”/Dok. Ist.

Menurut Musoli, perjalanan Nurul Fikri dibangun di atas dua pilar utama, yakni ideologisasi dan profesionalisasi. Sejak awal, lembaga tersebut tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

“Nurul Fikri tidak hanya berfokus pada kelulusan akademik siswa, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi pengembangan Nurul Fikri hingga kemudian melahirkan sekolah terpadu dan program pembinaan kepemimpinan untuk masa depan bangsa.

Menulis Sejarah dalam Buku

Milad ke-41 juga menjadi momentum untuk mendokumentasikan perjalanan lembaga melalui penulisan buku “41 Tahun BKB Nurul Fikri Membersamai Perjalanan Juara.”

Buku tersebut diharapkan menjadi catatan perjalanan yang merekam pengalaman para pendiri, pegawai, pengajar, siswa, alumni, maupun keluarga yang pernah menjadi bagian dari Nurul Fikri.

Dokumentasi itu sekaligus menjadi jembatan bagi generasi berikutnya untuk memahami bagaimana sebuah lembaga pendidikan dibangun, berkembang, dan mempertahankan nilai selama lebih dari empat dekade.

Alumni Kembali Bersatu

Puncak Milad juga ditandai dengan Deklarasi Forum Alumni BKB Nurul Fikri. Forum tersebut menjadi ruang bagi para alumni untuk tetap terhubung setelah menyelesaikan masa pendidikan.

Bagi Nurul Fikri, hubungan dengan alumni tidak berhenti ketika proses belajar berakhir. Pengalaman, jejaring, dan kontribusi alumni dapat terus menjadi bagian dari perjalanan lembaga dan masyarakat.

Semangat kompetisi turut hadir melalui Final Nurul Fikri Academy Championship. Para peserta yang telah melewati tahapan sebelumnya berkompetisi di babak akhir.

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari pesan “Membersamai Perjalanan Juara”. Sebab, seorang juara tidak hanya dibentuk ketika menerima penghargaan, tetapi melalui proses persiapan, latihan, keberanian menghadapi tantangan, dan pengalaman selama kompetisi.

Apresiasi untuk Pegawai

Rangkaian Milad ke-41 juga memberikan ruang apresiasi bagi para pegawai yang telah menjadi bagian dari perjalanan Nurul Fikri.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap mereka yang bekerja di berbagai lini, baik yang berhadapan langsung dengan siswa maupun yang memastikan program dan operasional lembaga berjalan.

Empat puluh satu tahun perjalanan, pada akhirnya, bukanlah cerita tentang satu atau dua orang. Ada pendiri yang meletakkan fondasi, pegawai yang menjaga keberlangsungan, pengajar yang mendampingi siswa, orang tua yang memberikan kepercayaan, alumni yang membawa pengalaman, serta siswa yang terus mengejar cita-cita.

Tema “Membersamai Perjalanan Juara” pun menemukan maknanya dalam pertemuan lintas generasi tersebut.

Milad ke-41 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan, menghargai kontribusi, dan menatap babak berikutnya. Sebab, menjadi juara bukan sekadar tentang mencapai tujuan.

Ada proses yang harus ditempuh, tantangan yang harus dilewati, dan orang-orang yang memilih untuk tetap berjalan bersama.[Mut]