FAKTANASIONAL.NET – Empat dekade lebih Bimbingan Belajar (Bimbel) Nurul Fikri hadir dalam perjalanan pendidikan Indonesia. Memasuki usia ke-41, lembaga pendidikan tersebut tidak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga menengok kembali perjalanan panjang mencetak generasi berprestasi sekaligus menjaga nilai yang menjadi fondasinya.
Puncak Milad ke-41 Bimbel Nurul Fikri digelar di Gedung Sasono Langen Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan mengusung tema “Membersamai Perjalanan Juara.”
Perayaan itu mempertemukan keluarga besar Nurul Fikri lintas generasi, mulai dari pegawai, alumni, orang tua siswa, mitra kerja sama hingga para pendiri. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan, memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi, sekaligus meneguhkan komitmen menghadapi tantangan pendidikan ke depan.
Rangkaian acara diawali tilawah dan doa khotmil Quran sebagai penutup rangkaian Khataman Al-Qur’an 30 Juz. Nuansa spiritual tersebut menjadi pembuka sebelum perayaan memasuki agenda utama.
Menjaga Kepercayaan di Usia 41 Tahun
Direktur Bimbel Nurul Fikri, Agus Suprayitno, S.Si., menekankan bahwa memasuki usia 41 tahun, pertumbuhan lembaga tidak semata-mata diukur dari besarnya organisasi maupun capaian angka.
Menurut Agus, tantangan utama justru bagaimana Nurul Fikri mampu mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan siswa, orang tua, pegawai, dan masyarakat.
“Di usia yang ke-41 ini, pertanyaannya bukan lagi seberapa besar Nurul Fikri akan tumbuh, melainkan seberapa baik kita akan bertumbuh,” kata Agus dalam sambutannya yang dikutip redaksi, Senin (28/9/2026).
Ia menegaskan, aset terbesar Nurul Fikri bukan hanya jumlah cabang atau capaian kinerja, melainkan kepercayaan dari berbagai pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan lembaga.
“Pada akhirnya, kami tidak sekadar menjalankan bisnis bimbingan belajar, tetapi sedang menjaga amanah pendidikan yang telah hadir lebih dari empat dekade untuk mengantarkan generasi muda menuju masa depan cemerlang,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan tema “Membersamai Perjalanan Juara”. Bagi Nurul Fikri, keberhasilan siswa tidak lahir secara instan. Ada proses belajar, pendampingan, latihan, tantangan, dan dukungan berbagai pihak yang mengiringi setiap pencapaian.
Memperkuat Tata Kelola
Dari sisi kelembagaan, Komisaris Utama Muhamad Taufik Zulkifli mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan organisasi melalui tata kelola yang baik.
Menurutnya, usia 41 tahun merupakan momentum untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus memastikan fondasi kelembagaan tetap kuat menghadapi perjalanan berikutnya.
“Perjalanan 41 tahun Nurul Fikri merupakan karunia dan wujud kemahabaikan Allah SWT atas komitmen kita bersama. Ke depan, untuk menjaga keberlanjutan dan keberkahan lembaga ini, kita terus memperkuat tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance,” katanya.
Ia mengatakan penguatan tata kelola mencakup pemenuhan hak dan kewajiban seluruh pemangku kepentingan, mulai dari manajemen, pengajar, siswa hingga pemenuhan regulasi pemerintah.
“Kami berkomitmen agar legacy kebaikan ini terus berdampak bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pendiri Bimbel Nurul Fikri, Drs. Musoli, membawa perayaan kembali pada akar sejarah berdirinya lembaga.
