Jelang Disahkan DPR, Ini Rincian Postur RAPBN 2027 dan Target Ekonomi Indonesia

DPR Minta Putusan MK Segera Dijalankan, Tak Perlu Menunggu APBN 2028/(ANTARA)

Defisit fiskal tetap sebesar Rp671,16 triliun atau 2,4% terhadap PDB. Namun, target pendapatan dan belanja negara mengalami perubahan dari usulan awal.

Pendapatan negara disepakati sebesar Rp3.435,10 triliun, naik dari usulan awal Rp3.426,03 triliun. Sementara belanja negara menjadi Rp4.106,26 triliun, dari sebelumnya Rp4.097,19 triliun.

Penerimaan perpajakan ditargetkan Rp2.911,95 triliun, terdiri atas pajak Rp2.593,35 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp318,6 triliun. PNBP mencapai Rp522,48 triliun, sementara penerimaan hibah tetap Rp666,3 triliun.

Belanja pemerintah pusat ditetapkan Rp3.371,26 triliun. Rinciannya, belanja K/L Rp1.556,89 triliun dan belanja non-K/L Rp1.814,36 triliun. Transfer ke daerah tetap Rp735 triliun.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Keuangan Suahasil menyatakan pembahasan RAPBN 2027 berlangsung di tengah konflik global.

“Penyusunan RAPBN 2027 berlangsung dalam situasi konflik global yang tidak mudah, karena itu kita harus terus memperkuat perekonomian Indonesia dan kita bersyukur fundamental ekonomi cukup baik,” kata Suahasil pada Kamis (24/9/2026).

Ia menegaskan, “Kebijakan fiskal harus tetap prudent, tetapi kebijakan fiskal tidak pasif. Kebijakan fiskal harus hadir, menjaga momentum pertumbuhan, melindungi masyarakat, dan membuka ruang bagi investasi.”[dit]