Cegah Potensi Bencana Teror, Densus 88 Amankan Belasan Terduga Teroris di Beberapa Daerah

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melancarkan operasi penindakan hukum secara serentak di beberapa provinsi pada Senin (5/10/2026). Langkah tegas ini diambil sebagai upaya pencegahan dini terhadap ancaman gangguan keamanan dan stabilitas nasional menjelang akhir tahun. Operasi penggeledahan dan penangkapan tersebut menyasar sejumlah lokasi yang terindikasi menjadi titik persembunyian serta pusat aktivitas konsolidasi kelompok jaringan terorisme. Juru Bicaranya Densus 88 Antiteror Polri menegaskan bahwa tindakan preventif ini murni didasarkan pada hasil pemantauan intensif dan pengumpulan bukti awal yang kuat. "Operasi serentak yang kami gelar sejak Senin pagi ini merupakan upaya pencegahan terorisme (preemptive strike) untuk menindak oknum-oknum yang terbukti aktif menyebarkan propaganda radikal serta merencanakan aksi di wilayah Indonesia. Seluruh proses penindakan dilakukan sesuai prosedur hukum dengan mengedepankan asas kehati-hatian," ujar Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri di Markas Besar Polri. Dari hasil operasi penindakan di lapangan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari alat komunikasi, dokumen propaganda media sosial, hingga barang-barang riskan yang diduga akan digunakan untuk mendukung kegiatan jaringan tersebut. Pihak Kepolisian Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses penegakan hukum kepada aparat penegak hukum. "Kami mengimbau warga agar tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas masyarakat secara normal. Kami juga meminta peran aktif publik untuk segera melaporkan kepada kepolisian terdekat apabila menemukan gerakan atau indikasi mencurigakan di lingkungan sekitarnya demi menjaga kondusivitas bersama," pungkas perwakilan Divisi Humas Polri. Saat ini, para terduga teroris masih menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian setempat guna membongkar jaringan yang lebih luas dan menentukan status hukum masing-masing pihak yang diamankan. (dok.bbc)

“Kami mengimbau warga agar tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas masyarakat secara normal. Kami juga meminta peran aktif publik untuk segera melaporkan kepada kepolisian terdekat apabila menemukan gerakan atau indikasi mencurigakan di lingkungan sekitarnya demi menjaga kondusivitas bersama,” pungkas perwakilan Divisi Humas Polri.

Saat ini, para terduga teroris masih menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian setempat guna membongkar jaringan yang lebih luas dan menentukan status hukum masing-masing pihak yang diamankan. sak