FAKTANASIONAL.NET – Hasil survei Arawicaksa Institute menunjukkan 50,1 persen masyarakat merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjelang dua tahun masa pemerintahan.
Namun, tingkat ketidakpuasan masih cukup besar, yakni mencapai 44,8 persen.
Dari total responden, sebanyak 3,3 persen menyatakan sangat puas. Sebaliknya, 6,1 persen mengaku sangat tidak puas. Sementara itu, 5,1 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, mengatakan tingkat kepuasan tersebut menunjukkan bahwa separuh masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap pemerintah, meskipun sejumlah persoalan belum terselesaikan.
“Ada separuh warga yang merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, di tengah banyaknya pekerjaan rumah yang harus diatasi,” kata Rudi dalam keterangannya, Selasa (13/10).
Menurut Rudi, tingkat kepuasan di bawah 50 persen bukan hal yang belum pernah terjadi dalam perjalanan pemerintahan Indonesia. Ia mencontohkan pemerintahan Joko Widodo pada periode pertama yang pernah mengalami penurunan kepuasan setelah menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Pada awal-awal pemerintahan Jokowi periode pertama, tingkat kepuasan pun pernah menyentuh angka di bawah 50 persen setelah mengambil kebijakan tidak populer dengan menaikkan harga BBM bersubsidi,” ucap dia.
Survei tersebut juga memetakan persoalan yang dianggap mendesak oleh masyarakat. Stabilitas harga bahan kebutuhan pokok menempati urutan pertama dengan angka 38 persen. Berikutnya, penyediaan lapangan kerja menjadi perhatian 21,2 persen responden.
