FAKTANASIONAL.NET – Pergantian tampuk kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata belum mampu memberikan jaminan keselamatan bagi para penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama masa kepemimpinan Sudaryono, rata-rata individu yang dilaporkan terdampak insiden keamanan pangan mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni sekitar 2.713 orang per bulan.
Angka ini melonjak 14,12 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata pada Januari hingga Februari 2026 di bawah kepemimpinan sebelumnya.
Dalam rentang waktu 94 hari, terhitung sejak 22 Juli hingga 23 Oktober 2026, sedikitnya 8.385 orang dilaporkan menjadi korban.
Fakta ini menegaskan bahwa pergantian Kepala BGN gagal menekan beban krisis, bahkan angkanya justru bergerak naik secara signifikan.
Situasi ini semakin terlihat kritis jika disandingkan dengan acuan data tahun lalu. Rata-rata korban pada masa jabatan Sudaryono melonjak tajam hingga 62,70 persen dibandingkan acuan tahun 2025.
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang dipublikasikan Tempo, terdapat 20.012 korban tercatat hingga 23 Desember 2025, yang setara dengan 1.667,7 orang per bulan.
Meskipun perbandingan ini bertumpu pada catatan data parsial yang tersedia, lonjakan angka tersebut tetap menjadi indikator bahwa terdapat kemunduran serius dalam standar keselamatan distribusi MBG.
Harus diakui bahwa Sudaryono mewarisi persoalan struktural dari masa lalu, namun setelah memegang kendali penuh atas BGN, ia sama sekali belum menunjukkan hasil nyata berupa penurunan rata-rata jumlah korban.
