FAKTANASIONAL.NET – Rapat kerja antara Pemerintah dan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2026), berlangsung tegang.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menunjukkan gestur emosional hingga menepuk meja saat merespons kritik publik yang menuding kementeriannya minim kinerja.
Insiden tersebut bermula saat Purbaya memberikan klarifikasi terkait persepsi publik yang menilai dirinya tidak bekerja maksimal di tengah tantangan ekonomi.
Purbaya bereaksi keras dan menjadikan penanganan gejolak sosial-ekonomi pasca-insiden Agustus 2025 sebagai tameng pembelaan utamanya.
Baca Juga: Reformasi Bea Cukai: Strategi Menkeu Purbaya Amankan Ekonomi Nasional
“Di luar banyak yang bilang, ‘itu Menteri Keuangan kerjanya apa? Enggak ada apa-apanya sampai sekarang’. Mereka lupa, kita waktu itu betul-betul jatuh, demo di mana-mana di seluruh Indonesia,” ujar Purbaya dengan nada tinggi sembari menepuk meja di hadapan anggota dewan.
Klaim Penyelamatan dari Ancaman 1998
Dalam pembelaannya, Purbaya menggarisbawahi bahwa stabilitas ekonomi hari ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara otomatis.
Ia mengklaim bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah paca-kerusuhan Agustus 2025 telah menyelamatkan Indonesia dari jurang krisis multidimensi yang menyerupai tragedi 1998.











