Serangan Israel Murun Drastis, Serangan Iran Justru Makin Meningkat

Perang Iran Vs Israel/scsht net.

FAKTANASIONAL.NET – Serangan Israel ke Iran telah menurun secara drastis beberapa hari ini. Penilaian tersebut disampaikan Pengamat Geopolitik Internasional, Tengku Zulkifli Usman.

“Terakhir Israel menyerang Iran pagi hari ini, serangan inipun hanya menyasar pasar ikan dan gedung gedung kosong,” ungkap dia, dikutip dari tulisan yang di publish di facebooknya, Rabu (25/3/2026)

Sedangkan serangan Iran ke Israel dalam beberapa hari ini, lanjutnya, justru menjadi serangan besar-besaran. Iran memakai balistik balistik yang memiliki daya ledak besar.

Lebih lanjut Zulkifli menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ini, Iran nyaris meluncurkan serangan ke Israel per 2 atau 3 jam sekali. Dan sistem pertahanan udara Israel saat ini lagi lemah lemahnya.

Menurut dia, penyebab utama kenapa serangan Israel dan AS menurun ke Iran, karena Iran dalam sepekan ini menembak beberapa pesawat tempur mulai dari F-16 sampai F-35 yang paling canggih. Menjadi warning tersendiri bagi pesawat tempur lain jika ingin menyerang.

Penyebab kedua, serangan Iran yang memakai bom cluster dan balistik cluster. Balistik dengan bom cluster ini saat ini benar benar menjadi game changer di medan perang.

Militer Israel mengakui bahwa bom cluster ini memberikan impact yang sangat besar terhadap Israel, bom cluster sudah terbukti tidak bisa dicegat sama sekali dan dengan leluasa menghancurkan berbagai kota di Israel.

Penyebab lainnya kenapa serangan menurun ke Iran. Karena AS dan Israel sedang berupaya keras menjajaki negosiasi dan menuju meja runding, tapi sejauh ini Iran tidak memberikan respon positif terhadap negosiasi yang saat ini sangat diinginkan oleh AS dan Israel.

Zulkifli menilai, Trump dan Netanyahu terus menerus mengalami deadlock dan beda pendapat secara tajam soal pilihan pilihan mereka dalam perang ke depannya.

“Netanyahu tetap mendorong dilanjutkan perang sampai tujuan Israel tercapai, diantaranya menghancurkan program balistik Iran dan Nuklir Iran,” katanya.

Sedangkan Trump saat ini, lanjutnya, lebih melunak karena tekanan internasional dan pasar terhadap dirinya semakin meningkat dari hari ke hari selama pernah ini tidak berhenti.