Jaga Kepercayaan Publik, Badan Gizi Nasional Perketat Sidak dan Standarisasi Program MBG

Ilustrasi - Penyidik Pidsus Kejagung mengonfirmasi tengah melakukan penggeledahan di Kantor Badan Gizi Nasional terkait penyelidikan kasus baru, Rabu (3/6/2026)./net.

FAKTANASIONAL.NET – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui inspeksi mendadak (sidak) di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN berkomitmen memastikan program strategis ini berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menjaga kualitas layanan bagi masyarakat.

Langkah evaluasi ini dinilai krusial mengingat tingginya ekspektasi publik.

Berdasarkan riset terbaru Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) di tiga Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, dukungan terhadap program MBG melintasi berbagai lapisan ekonomi, dengan rincian sebagai berikut:

Lapisan Ekonomi (Pendapatan/Pengeluaran) Tingkat Dukungan
Di bawah Rp1 Juta 85%
Rp1 – Rp3 Juta 78%
Rp3 – Rp5 Juta 75%
Rp5 – Rp10 Juta 60%

Evaluasi Total untuk Menjaga Ekspektasi

Direktur RISED, Fajar Rahmadi, menekankan bahwa besarnya dukungan masyarakat harus dibarengi dengan perbaikan kualitas di lapangan.

Menurutnya, aspek ketepatan waktu dan variasi menu masih perlu ditingkatkan.

“Dukungan dari masyarakat sudah mulai timbul sehingga yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menjaga dan meningkatkan ekspektasi masyarakat terhadap program MBG. Saya yakin pelaksanaan MBG saat ini belum maksimal. Ketepatan pengantaran, kualitas menu, jenis menu yang diberikan perlu ada evaluasi, sehingga apa yang masyarakat dapatkan sesuai dengan standarnya,” ujar Fajar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/3/2026).

Fajar juga mendukung penuh sikap tegas BGN dalam memberikan sanksi bagi mitra atau SPPG yang lalai menjaga standar higienitas.